Bulan sudah tidak asing lagi bagi Kita, banyak keindahan dan manfaat yang dapat Kita nikmati darinya. Bulan banyak memengaruhi budaya manusia, termasuk bahasa, penanggalan, seni, dan mitologi, diantaranya adalah :
- Tongkat hitungan, artefak tulang yang berusia sekitar 20-30.000 tahun, dipercaya oleh beberapa pihak sebagai penanda fase Bulan. setara 30 hari dalam sebulan merupakan waktu perkiraan siklus Bulan
- Bulan diumpamakan sebagai seorang dewi atau fenomena supernatural lainnya, dan pandangan astrologi terhadap Bulan tetap tersebar hingga saat ini
- Sebuah ukiran batu berusia 5.000 tahun di Knowth, Irlandia, diduga menggambarkan Bulan, yang merupakan penggambaran Bulan paling awal yang ditemukan
- Filsuf Aristoteles dan Pliny the Elder berpendapat bahwa bulan purnama menularkan kegilaan pada orang-orang yang rentan
Rasa keinginan tahuan, penasaran dan banyaknya misteri Bulan telah mendorong para ahli jaman dahulu untuk melakukan penelitiannya. Berikut adalah tokoh tokoh peneliti dan teori yang sudah berkembang sebelum adanya teknologi seperti sekarang ini :
1. Cahaya Bulan berasal dari Matahari
Bangsa Tiongkok pada masa Dinasti Han percaya bahwa energi Bulan sama dengan qi
2. Matahari menyebabkan bulan tampak bersinar
Teori ini disampaikan oleh astronom India Aryabhata, sekitar tahun 499
3. Matahari dan Bulan merupakan dua buah batu bulat raksasa yang menghasilkan cahaya
Teori ini disampaikan oleh Filsuf Yunani kuno Anaxagoras, sekitar tahun 428 SM
4. Bulan menandai batas antara unsur yang bisa berubah (bumi, air, udara, dan api) dengan bintang-bintang abadi aether
Teori ini disampaikan oleh Aristoteles, sekitar tahun 384-322 SM
5. Rancangan sebuah planetarium yang bisa menghitung laju pergerakan Bulan dan objek lainnya di Tata Surya
Rancangan sebuah planetarium disampaikan oleh Archimedes, sekitar tahun 287–212 SM
6. Bulan berbentuk bulat
Teori ini disampaikan oleh Jing Fang , sekitar tahun 78–37 SM
7. Siklus Saros 18 tahunan pada gerhana bulan
Penelitian Siklus Saros 18 tahunan pada gerhana bulan sudah diperkenalkan oleh astronom Babilonia, sekitar abad ke- 5SM
8. Memperkirakan gerhana matahari dan bulan
Cara penghitungan gerhana matahari dan bulan sudah diperkenalkan oleh astronom Tiongkok Shi Shen, sekitar ke-4SM
9. Cerita seorang pahlawan melakukan perjalanan ke Bulan yang berpenghuni
Suatu cerita yang dikisahkan oleh Lucian, sekitar abad ke-2 M
10. Pasang surut air laut terjadi karena daya tarik Bulan, dan ketinggian air pasang ditentukan oleh posisi relatif Bulan terhadap Matahari
Teori ini dikemukakan oleh Seleucus dari Seleucia , sekitar abad ke-2 SM
11. Ukuran dan jarak Bulan dari Bumi jaraknya sekitar dua puluh kali radius Bumi.
Teori ini dikemukakan oleh Aristarchus , sekitar abad ke-2 SM
12. Jarak rata-rata Bulan dari Bumi adalah 59 kali radius Bumi dan diameter 0,292 dari diameter Bumi
Teori ini dikemukakan oleh Ptolemy, sekitar tahun 90–168 M yang merupakan pengembangan teori yang disampaikan oleh Aristarchus , sekitar abad ke-2 SM
Teori yang disampaikan oleh Ptolemy ini hampir jarak dan diameter yang sebenarnya, yakni sekitar 60 kali radius Bumi untuk jarak dan 0,273 diameter Bumi
13. Cahaya bulan dipancarkan ke segala arah dari setiap bagian permukaan bulan yang diterangi oleh cahaya matahari
Teori ini disampaikan oleh astronom dan fisikawan Alhazen, sekitar tahun 965-1039
14. Bulan bentuk sabit
Adalah mengumpamakan fenomena bersinar dan memudarnya cahaya Bulan dengan sebuah bola yang berputar; saat dibubuhi dengan bubuk putih dan dilihat dari samping sehingga bulan akan bentuk sabit, hal ini disampaikan oleh Shen Kuo, sekitar tahun 1031–1095 dari Dinasti Song
15. Permukaan Bulan tidak halus, tetapi memiliki pegunungan dan kawah
Galileo Galilei pada tahun 1609 pertama kalinya membuat sebuah gambar teleskopis Bulan dalam bukunya yang berjudul Sidereus Nuncius dan menjelaskan bahwa permukaan Bulan tidak halus, tetapi memiliki pegunungan dan kawah
16. Sistem penamaan geologi bulan
Giovanni Battista Riccioli dan Francesco Maria Grimaldi berhasil menciptakan sebuah sistem penamaan geologi Bulan yang tetap digunakan hingga saat ini, sekitar abad ke-17
Saat ini hipotesis / teori terbentuknya bulan masih terus dibuktikan secara ilmiah, beberapa hipotesis / teori yang berkembang saat ini adalah :
1. Hipotesis Tubrukan Besar
Tubrukan antara planetisimal diakui sebagai salah satu hal yang mengakibatkan pertumbuhan planet-planet pada awal evolusi tata surya, tumbukan antara planet tidak dapat dihindari saat planet-planet terbentuk dalam jarak yang berdekatan
2. Hipotesis Tangkapan
Bulan merupakan objek yang ditangkap Bumi
3. Hipotesis Pembelahan
Bumi yang berputar dengan sangat cepat melontarkan sebagian massanya, bulan merupakan bagian yang terlontar
4. Hipotesis Akresi
Bumi dan Bulan terbentuk dalam waktu yang sama sebagai sistem ganda piringan akresi purba pada Tata Surya
5. Hipotesis Ledakan Georeaktor
Bulan tercipta dari ledakan georeaktor yang terletak di sepanjang batas inti mantel di bidang ekuator Bumi yang berputar dengan cepat
6. Teori dan Penelitian Lainnya
4,5 miliar tahun yang lalu, terdapat Bulan kedua, yang kemudian bertabrakan, sebagai bagian dari proses akresi pada pembentukan Bulan
Perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini memungkinkan penelitian dapat menghasilkan data yang lebih akurat, diantaranya beberapa data beikut ini:
Komposisi isotop Bulan
Peneliti dari California Institute of Technology tahun 2012, analisis yang dilakukan terhadap sampel isotop Bulan menunjukkan bahwa Bulan memiliki komposisi isotop yang sama dengan Bumi
Atmosfer Bulan
Bulan memiliki atmosfer yang sangat renggang, bahkan hampir hampa, dengan massa total kurang dari 10 ton metric. Tekanan permukaannya adalah sekitar 3 × 10−15 atm (0,3 nPa); ukurannya bervariasi menurut hari Bulan.Unsur-unsur yang terkandung pada atmosfer Bulan adalah sodium dan potassium
Bulan untuk berputar pada porosnya
Bulan selalu memperlihatkan sisi yang sama pada Bumi dikarenakan Bulan berada pada rotasi sinkron. Waktu yang dibutuhkan oleh Bulan untuk berputar pada porosnya kira-kira sama dengan waktu yang dibutuhkan untuk mengorbit Bumi. Bulan menyelesaikan orbit lengkap mengelilingi Bumi setiap 27,3 hari sekali
Sisi Dekat dan Sisi Gelap Bulan
Sisi Bulan yang menghadap Bumi disebut dengan sisi dekat, sedangkan sisi yang membelakangi Bumi disebut dengan sisi jauh. Sisi jauh seringkali disalah artikan sebagai "sisi gelap", meskipun pada kenyataannya sisi ini diterangi oleh cahaya sebagaimana halnya sisi dekat. Sekali dalam sebulan, sisi dekat yang gelap bisa disaksikan dari Bumi ketika terjadinya fase bulan baru
Ukuran Bulan
Ukuran Bulan adalah seperempat dari diameter Bumi dan 1/81 dari massa Bumi
Jarak orbit Bulan dari Bumi
Jarak orbit Bulan dari Bumi adalah sekitar tiga puluh kali dari diameter Bumi, yang menyebabkan ukuran Bulan yang muncul di langit hampir sama besar dengan ukuran Matahari, sehingga memungkinkan Bulan untuk menutupi Matahari dan mengakibatkan terjadinya gerhana matahari total. Jarak linear Bulan dari Bumi saat ini meningkat dengan laju 3.82±0.07 cm per tahun.
Program Luna Uni Soviet adalah wahana pertama yang mencapai Bulan dengan pesawat ruang angkasa nirawak pada tahun 1959. Program Apollo NASA Amerika Serikat merupakan misi luar angkasa berawak satu-satunya yang telah mencapai Bulan hingga saat ini.
Meskipun bendera Luna Uni Soviet tersebar di Bulan, dan bendera Amerika Serikat secara simbolis sudah ditancapkan di lokasi pendaratan oleh astronot Apollo, tidak satupun negara yang mengklaim kepemilikan atas bagian permukaan Bulan.
Rusia dan Amerika Serikat adalah dua negara yang menandatangani Perjanjian Luar Angkasa pada tahun 1967,yang menyatakan bahwa Bulan dan keseluruhan luar angkasa adalah "provinsi bagi seluruh umat manusia", Membatasi pemanfaatan Bulan untuk tujuan damai, secara eksplisit melarang instalasi sarana militer dan senjata pemusnah massal di Bulan.