Matahari adalah sebuah bintang di pusat Tata Surya yang terbentuk terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun, Jarak rata-rata Matahari dari Bumi sekitar 149.6 juta kilometer (1 AU) yang jaraknya bervariasi seiring pergerakan Bumi menjauhi perihelion pada bulan Januari hingga aphelion pada bulan Juli.
Pada jarak rata-rata 149.6 juta kilometer , cahaya bergerak dari Matahari ke Bumi selama 8 menit 19 detik. Energi sinar Matahari ini membantu perkembangan semua bentuk kehidupan di Bumi melalui fotosintesis dan mengubah iklim dan cuaca Bumi.
Berikut ini adalah beberapa karakteristik Matahari :
1. Bentuknya nyaris bulat dan terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet dengan diameternya sekitar 1.392.684 km (109 kali diameter Bumi)
2. Masa Matahari 2×1030 kilogram (330.000 kali massa Bumi)
3. Secara Kimiawi, sekira tiga perempat massa Matahari terdiri dari hidrogen sedangkan sisanya didominasi helium.
4. Klasifikasi bintang Matahari, berdasarkan kelas spektrumnya, adalah sebagai bintang deret utama G (G2V) dan sering digolongkan sebagai katai kuning karena radiasi tampaknya lebih intens dalam porsi spektrum kuning-merah. Bintang deret utama tipe G yang kira-kira terdiri dari 99,85% massa total Tata Surya.
5. Warnanya putih, dari permukaan Bumi Matahari tampak kuning dikarenakan pembauran cahaya biru di atmosfer.
6. Menurut label kelas spektrum,G2 menandakan suhu permukaannya sekitar 5778 K (5505 °C)
7. Matahari merupakan bintang deret utama, sehingga energinya diciptakan oleh fusi nuklir nukleus hidrogen ke dalam helium. Di intinya, Matahari memfusi 620 juta ton metrik hidrogen setiap detik.
8. Matahari adalah benda tercerah di langit dan merupakan bintang yang paling dekat dengan Bumi.
9. Inti Matahari diperkirakan merentang dari pusatnya sampai 20–25% radius Matahari. Kepadatannya mencapai 150 g/cm3 (sekitar 150 kali lipat kepadatan air) dan suhu mendekati 15,7 juta kelvin (K).
10. Matahari memiliki medan magnet kuat dan yang berubah-ubah tiap tahun dan berbalik arah setiap sebelas tahun di sekitar maksimum Matahari.
11. Medan magnet Matahari mencadi penyebab sejumlah dampak yang secara kolektif disebut aktivitas Matahari, Dampak aktivitas Matahari terhadap Bumi meliputi aurora di lintang tengah sampai tinggi dan gangguan komunikasi radio dan tenaga listrik. Aktivitas Matahari diduga memainkan peran besar dalam pembentukan dan evolusi Tata Surya. Aktivitas Matahari mengubah struktur atmosfer terluar Bumi.
Pergerakan Matahari
1. Matahari berotasi pada sumbunya dengan selama sekitar 27 hari untuk satu kali putaran. Kutub utara Matahari akan lebih terlihat di bulan September sementara kutub selatan Matahari lebih terlihat di bulan Maret.
2. Matahari dan keseluruhan isi tata surya bergerak di orbitnya mengelilingi galaksi Bimasakti. Matahari terletak sejauh 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi Bimasakti. Kecepatan rata-rata pergerakan ini adalah 828.000 km/jam, membutuhkan waktu 230 juta tahun untuk satu putaran sempurna mengelilingi galaksi.
Prominensa
adalah salah satu ciri khas Matahari, berupa bagian Matahari menyerupai lidah api yang sangat besar dan terang yang mencuat keluar dari bagian permukaan serta seringkali berbentuk loop (putaran).
Bintik Matahari
Granula-granula cembung kecil yang ditemukan di bagian fotosfer disebut sebagai Bintik Matahari, Bintik matahari jumlahnya tak terhitung dan terlihat lebih gelap karena perbedaan suhunya jauh lebih rendah dari fotosfer.
Angin Matahari
Angin Matahari terjadi karena adanya aliran konstan dari partikel-partikel yang dikeluarkan oleh bagian atas atomosfer Matahari yang bergerak ke seluruh tata surya.
Kecepatan angin surya terbagi dua, yaitu angin matahari yang mencapai 400 km/s dan angin matahari yang kecepatannya lebih dari 500 km/s.
Kecepatan angina matahari akan secara eksponensial seiring jaraknya dari Matahari. (Angin Matahari yang umum terjadi memiliki kecepatan 750 km/s dan berasal dari lubang korona di atmosfer Matahari).
Angin Matahari yang dapat dirasakan atau dilihat dari Bumi adalah badai geomagnetik berenergi tinggi yang merusak satelit dan sistem listrik, aurora di Kutub Utara atau Kutub Selatan, dan partikel menyerupai ekor panjang pada komet yang selalu menjauhi Matahari akibat hembusan angin matahari.
Angin Matahari dapat membahayakan kehidupan di Bumi bila tidak terdapat medan magnet Bumi yang melindungi dari radiasi.
Ukuran dan bentuk medan magnet Bumi juga ditentukan oleh kekuatan dan kecepatan angin matahri yang melintas.
Badai Matahari
Badai Matahari terjadi ketika ada pelepasan seketika energi magnetik yang terbentuk di atmosfer Matahari.
Plasma Matahari yang meningkat suhunya hingga jutaan Kelvin beserta partikel-partikel lainnya berakselerasi mendekati kecepatan cahaya.
Total energi yang dilepaskan setara dengan jutaan bom hidrogen berukuran 100 megaton.
Badai Matahari memberikan risiko radiasi yang sangat besar terhadap satelit, pesawat ulang alik, astronot, dan terutama sistem telekomunikasi Bumi.
No comments:
Post a Comment