Thursday, May 18, 2017

Siapa astronom masa lalu yang mempelajari bintang ?


Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya,Semua benda masif (bermassa antara 0,08 hingga 200 massa matahari) yang sedang dan pernah melangsungkan pembangkitan energi melalui reaksi fusi nuklir.

Beberapa astronom-astronom yang pernah mempelajari bintang, diantaranya adalah :

Tycho Brahe berhasil mengenali ‘bintang-bintang baru’ di langit (kemudian dinamakan novae) menunjukkan bahwa langit tidaklah kekal.

Giordano Bruno mengusulkan bintang-bintang sebenarnya adalah Matahari-matahari lain, dan mungkin saja memiliki planet-planet seperti Bumi di dalam orbitnya, hal ini pernah diusulkan sebelumnya oleh filsuf-filsuf Yunani kuno yaitu Democritus dan Epicurus.

Isaac Newton mengusulkan bintang-bintang terdistribusi secara merata di seluruh langit, sebuah ide yang berasal dari teolog Richard Bentley.

Geminiano Montanari (Astronom Italia) merekam adanya perubahan luminositas pada bintang Algol pada 1667.
Luminositas bintang adalah jumlah cahaya dan bentuk energi radiasi lainnya yang dipancarkan oleh bintang per satuan waktu.

Edmond Halley menerbitkan pengukuran pertama gerak diri dari sepasang bintang “tetap” dekat, memperlihatkan bahwa mereka berubah posisi dari sejak pengukuran yang dilakukan Ptolemaeus dan Hipparchus. Pengukuran langsung jarak bintang 61 Cygni dilakukan pada 1838 oleh Friedrich Bessel menggunakan teknik paralaks.

Paralaks, atau paralaks gerak  adalah perubahan kedudukan sudut dari dua titik diam, relatif satu sama lain, sebagaimana yang diamati oleh seorang pengamat yang bergerak. Secara sederhana, paralaks merupakan pergeseran yang tampak dari suatu objek (titik 1) terhadap latar belakang (titik 2) yang disebabkan oleh perubahan posisi pengamat.

William Herschel adalah astronom pertama yang mencoba menentukan distribusi bintang di langit, menyimpulkan bahwa :
1. Jumlah bintang bertambah secara tetap ke suatu arah langit, yakni pusat galaksi Bima Sakti. Putranya John Herschel mengulangi pekerjaan yang sama di hemisfer langit sebelah selatan dan menemukan hasil yang sama.
2. Beberapa pasangan bintang bukanlah bintang-bintang yang secara kebetulan berada dalam satu arah garis pandang, melainkan mereka memang secara fisik berpasangan membentuk sistem bintang ganda.

No comments:

Post a Comment

Sejarah Penelitian dan Hipotesis / Teori Terbentuknya Bulan

Bulan sudah tidak asing lagi bagi Kita, banyak keindahan dan manfaat yang dapat Kita nikmati  darinya.  Bulan banyak memengaruhi budaya ma...