Wednesday, May 24, 2017

Sejarah Penelitian dan Hipotesis / Teori Terbentuknya Bulan


Bulan sudah tidak asing lagi bagi Kita, banyak keindahan dan manfaat yang dapat Kita nikmati  darinya. Bulan banyak memengaruhi budaya manusia, termasuk bahasa, penanggalan, seni, dan mitologi, diantaranya adalah :
  • Tongkat hitungan, artefak tulang yang berusia sekitar 20-30.000 tahun, dipercaya oleh beberapa pihak sebagai penanda fase Bulan. setara 30 hari dalam sebulan merupakan waktu perkiraan siklus Bulan
  • Bulan diumpamakan sebagai seorang dewi atau fenomena supernatural lainnya, dan pandangan astrologi terhadap Bulan tetap tersebar hingga saat ini
  • Sebuah ukiran batu berusia 5.000 tahun di Knowth, Irlandia, diduga menggambarkan Bulan, yang merupakan penggambaran Bulan paling awal yang ditemukan
  • Filsuf Aristoteles dan Pliny the Elder berpendapat bahwa bulan purnama menularkan kegilaan pada orang-orang yang rentan

Rasa keinginan tahuan, penasaran dan banyaknya  misteri  Bulan telah mendorong para ahli jaman dahulu untuk melakukan penelitiannya.  Berikut adalah tokoh tokoh peneliti dan teori yang sudah berkembang sebelum adanya teknologi seperti sekarang ini :

1. Cahaya Bulan berasal dari Matahari

Bangsa Tiongkok pada masa Dinasti Han percaya bahwa energi Bulan sama dengan qi

2. Matahari menyebabkan bulan tampak bersinar
Teori ini disampaikan oleh astronom India Aryabhata, sekitar tahun 499 

3. Matahari dan Bulan merupakan dua buah batu bulat raksasa yang menghasilkan cahaya
Teori ini disampaikan oleh Filsuf Yunani kuno Anaxagoras, sekitar  tahun 428 SM

4. Bulan menandai batas antara unsur yang bisa berubah (bumi, air, udara, dan api) dengan bintang-bintang abadi aether
Teori ini disampaikan oleh Aristoteles, sekitar tahun 384-322 SM

5. Rancangan sebuah planetarium yang bisa menghitung laju pergerakan Bulan dan objek lainnya di Tata Surya
Rancangan sebuah planetarium disampaikan oleh Archimedes, sekitar tahun 287–212 SM

6. Bulan berbentuk bulat
Teori ini disampaikan oleh Jing Fang , sekitar tahun 78–37 SM

7. Siklus Saros 18 tahunan pada gerhana bulan 
Penelitian Siklus Saros 18 tahunan pada gerhana bulan sudah diperkenalkan oleh astronom Babilonia, sekitar  abad ke- 5SM

8. Memperkirakan gerhana matahari dan bulan
Cara penghitungan gerhana matahari dan bulan sudah diperkenalkan oleh astronom Tiongkok Shi Shen, sekitar ke-4SM

9. Cerita seorang pahlawan melakukan perjalanan ke Bulan yang berpenghuni
Suatu cerita yang dikisahkan oleh Lucian, sekitar abad ke-2 M

10. Pasang surut air laut terjadi karena daya tarik Bulan, dan ketinggian air pasang ditentukan oleh posisi relatif Bulan terhadap Matahari
Teori ini dikemukakan oleh Seleucus dari Seleucia , sekitar abad ke-2 SM

11. Ukuran dan jarak Bulan dari Bumi  jaraknya sekitar dua puluh kali radius Bumi.  
Teori ini dikemukakan oleh Aristarchus , sekitar abad ke-2 SM

12. Jarak rata-rata Bulan dari Bumi adalah 59 kali radius Bumi dan diameter 0,292 dari diameter Bumi
Teori ini dikemukakan oleh Ptolemy, sekitar tahun 90–168 M yang merupakan pengembangan  teori yang disampaikan oleh Aristarchus , sekitar abad ke-2 SM
Teori yang disampaikan oleh Ptolemy ini hampir jarak dan diameter yang sebenarnya, yakni sekitar 60 kali radius Bumi untuk jarak dan 0,273 diameter Bumi

13. Cahaya bulan dipancarkan ke segala arah dari setiap bagian permukaan bulan yang diterangi oleh cahaya matahari
Teori ini disampaikan oleh astronom dan fisikawan Alhazen, sekitar tahun 965-1039 

14. Bulan bentuk sabit
Adalah mengumpamakan fenomena bersinar dan memudarnya cahaya Bulan dengan sebuah bola yang berputar; saat dibubuhi dengan bubuk putih dan dilihat dari samping sehingga bulan akan bentuk sabit, hal ini disampaikan oleh Shen Kuo, sekitar tahun 1031–1095 dari Dinasti Song 

15. Permukaan Bulan tidak halus, tetapi memiliki pegunungan dan kawah
Galileo Galilei pada tahun 1609 pertama kalinya membuat sebuah gambar teleskopis Bulan dalam bukunya yang berjudul Sidereus Nuncius dan menjelaskan bahwa permukaan Bulan tidak halus, tetapi memiliki pegunungan dan kawah

16. Sistem penamaan geologi bulan
Giovanni Battista Riccioli dan Francesco Maria Grimaldi berhasil menciptakan sebuah sistem penamaan geologi Bulan yang tetap digunakan hingga saat ini, sekitar abad ke-17

Saat ini hipotesis / teori terbentuknya bulan masih terus dibuktikan secara ilmiah, beberapa hipotesis / teori  yang berkembang saat ini adalah :

1. Hipotesis Tubrukan Besar
Tubrukan antara planetisimal diakui sebagai salah satu hal yang mengakibatkan pertumbuhan planet-planet pada awal evolusi tata surya, tumbukan antara planet tidak dapat dihindari saat planet-planet terbentuk dalam jarak yang berdekatan

2. Hipotesis Tangkapan
Bulan merupakan objek yang ditangkap Bumi

3. Hipotesis Pembelahan
Bumi yang berputar dengan sangat cepat melontarkan sebagian massanya, bulan merupakan bagian yang terlontar 

4. Hipotesis Akresi
Bumi dan Bulan terbentuk dalam waktu yang sama sebagai sistem ganda piringan akresi purba pada Tata Surya

5. Hipotesis Ledakan Georeaktor
Bulan tercipta dari ledakan georeaktor yang terletak di sepanjang batas inti mantel di bidang ekuator Bumi yang berputar dengan cepat

6. Teori dan Penelitian Lainnya 
4,5 miliar tahun yang lalu, terdapat Bulan kedua, yang kemudian bertabrakan, sebagai bagian dari proses akresi pada pembentukan Bulan

Perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini memungkinkan penelitian dapat menghasilkan data yang  lebih akurat, diantaranya beberapa data beikut ini:

Komposisi isotop Bulan
Peneliti dari California Institute of Technology  tahun 2012, analisis yang dilakukan terhadap sampel isotop Bulan menunjukkan bahwa Bulan memiliki komposisi isotop yang sama dengan Bumi

Atmosfer  Bulan
Bulan memiliki atmosfer yang sangat renggang, bahkan hampir hampa, dengan massa total kurang dari 10 ton metric. Tekanan permukaannya adalah sekitar 3 × 10−15 atm (0,3 nPa); ukurannya bervariasi menurut hari Bulan.Unsur-unsur yang terkandung pada atmosfer Bulan adalah sodium dan potassium

Bulan untuk berputar pada porosnya 
Bulan   selalu memperlihatkan sisi yang sama pada Bumi dikarenakan Bulan berada pada rotasi sinkron. Waktu yang dibutuhkan oleh Bulan untuk berputar pada porosnya kira-kira sama dengan waktu yang dibutuhkan untuk mengorbit Bumi. Bulan menyelesaikan orbit lengkap mengelilingi Bumi setiap 27,3 hari sekali

Sisi Dekat dan Sisi Gelap Bulan
Sisi Bulan yang menghadap Bumi disebut dengan sisi dekat, sedangkan sisi yang membelakangi Bumi disebut dengan sisi jauh. Sisi jauh seringkali disalah artikan sebagai "sisi gelap", meskipun pada kenyataannya sisi ini diterangi oleh cahaya sebagaimana halnya sisi dekat. Sekali dalam sebulan, sisi dekat yang gelap bisa disaksikan dari Bumi ketika terjadinya fase bulan baru

Ukuran Bulan 
Ukuran Bulan adalah seperempat dari diameter Bumi dan 1/81 dari massa Bumi

Jarak orbit Bulan dari Bumi 
Jarak orbit Bulan dari Bumi adalah sekitar tiga puluh kali dari diameter Bumi, yang menyebabkan ukuran Bulan yang muncul di langit hampir sama besar dengan ukuran Matahari, sehingga memungkinkan Bulan untuk menutupi Matahari dan mengakibatkan terjadinya gerhana matahari total. Jarak linear Bulan dari Bumi saat ini meningkat dengan laju 3.82±0.07 cm per tahun.

Program Luna Uni Soviet adalah wahana pertama yang mencapai Bulan dengan pesawat ruang angkasa nirawak pada tahun 1959. Program Apollo NASA Amerika Serikat merupakan misi luar angkasa berawak satu-satunya yang telah mencapai Bulan hingga saat ini.

Meskipun bendera Luna Uni Soviet tersebar di Bulan, dan bendera Amerika Serikat secara simbolis sudah ditancapkan di lokasi pendaratan oleh astronot Apollo, tidak satupun negara yang mengklaim kepemilikan atas bagian permukaan Bulan.

Rusia dan Amerika Serikat adalah dua negara yang menandatangani Perjanjian Luar Angkasa pada tahun 1967,yang menyatakan bahwa Bulan dan keseluruhan luar angkasa adalah "provinsi bagi seluruh umat manusia", Membatasi pemanfaatan Bulan untuk tujuan damai, secara eksplisit melarang instalasi sarana militer dan senjata pemusnah massal di Bulan.

Sunday, May 21, 2017

Massa, Diameter dan Umur Bumi

Kata bumi berasal dari bahasa Sanskerta bhumi, yang berarti tanah, dan selalu ditulis dengan huruf kapital ("Bumi"), untuk merujuk pada planet Bumi, sementara "bumi" dengan huruf kecil merujuk pada permukaan dunia, atau tanah.

Bumi atau yang biasa disebut Planet Biru adalah urutan planet ke 3 dari Matahari, Bumi merupakan planet terpadat dan terbesar kelima dari delapan planet dalam Tata Surya.

Massa Bumi sekitar 5,98×1024 kg,  berbentuk seperti bola yang bentuknya tertekan pipih di sepanjang sumbu dari kutub ke kutub sehingga terdapat tonjolan di sekitar khatulistiwa. Tonjolan ini muncul akibat rotasi Bumi, yang menyebabkan diameter khatulistiwa 43 km (kilometer) lebih besar dari diameter kutub ke kutub.

Diameter rata-rata bulatan Bumi adalah 12.742 km, atau kira-kira setara dengan 40.000 km /π, karena satuan meter pada awalnya dihitung sebagai 1/10.000.000 jarak dari khatulistiwa ke Kutub Utara melewati Paris, Perancis. 

Bumi mengelilingi Matahari dalam satu orbit, Bumi mengorbit Matahari pada jarak rata-rata sekitar 150 juta kilometer setiap 365,2564 hari Matahari rata-rata, atau satu tahun sideris. 

Perputaran Bumi pada sumbunya miring 23,4° dari serenjang bidang orbit, yang menyebabkan perbedaan musim di permukaan Bumi dengan periode satu tahun tropis (365,24 hari matahari).

Karena kemiringan sumbu Bumi, jumlah sinar matahari yang jatuh pada titik tertentu di permukaan Bumi bervariasi sepanjang tahun. Hal ini menyebabkan perubahan musim pada iklim. Musim panas di belahan utara terjadi saat Kutub Utara mengarah tepat ke Matahari, dan musim dingin berlangsung di saat sebaliknya.

Bumi terbentuk sekitar 4,54 miliar tahun yang lalu, dan satu  miliar tahun kemudian kehidupan muncul. Biosfer Bumi perlahan mengubah atmosfer dan kondisi fisik dasar lainnya yang memungkinkan terjadinya perkembangbiakan organisme.

Bumi mempunyai satelit alami yaiitu Bulan yang mulai mengorbit Bumi sekitar 4,53 miliar tahun yang lalu. Interaksi gravitasi antara Bulan dengan Bumi menyebabkan bumi mengalami pasang laut, menstabilkan kemiringan sumbu, dan secara bertahap memperlambat rotasi Bumi. 

Pembentukan lapisan ozon dan terbentuknya medan magnet Bumi menghalangi radiasi matahari yang berbahaya sehingga memungkinkan makhluk hidup mikroskopis untuk berkembang biak dengan aman.

Bumi merupakan planet dengan kepadatan tertinggi, gravitasi permukaan tertinggi, medan magnet terkuat, dan rotasi tercepat, dan diperkirakan juga merupakan satu-satunya planet dengan tektonik lempeng yang aktif.

Litosfer Bumi terbagi menjadi beberapa segmen kaku, atau lempeng tektonik, yang mengalami pergerakan di seluruh permukaan Bumi selama jutaan tahun. Lebih dari 70% permukaan Bumi ditutupi oleh air dan 30% daratan.

Kutub Bumi sebagian besarnya tertutup es, Interior Bumi masih tetap aktif, dengan inti dalam terdiri dari besi padat, sedangkan inti luar Bumi berupa fluida yang menciptakan medan magnet, dan lapisan tebal yang relatif padat di bagian mantel.

Saturday, May 20, 2017

Karakteristik dan Pergerakan Matahari

Matahari adalah sebuah bintang di pusat Tata Surya yang terbentuk terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun, Jarak rata-rata Matahari dari Bumi sekitar 149.6 juta kilometer (1 AU) yang jaraknya bervariasi seiring pergerakan Bumi menjauhi perihelion pada bulan Januari hingga aphelion pada bulan Juli.

Pada jarak rata-rata 149.6 juta kilometer , cahaya bergerak dari Matahari ke Bumi selama 8 menit 19 detik. Energi sinar Matahari ini membantu perkembangan semua bentuk kehidupan di Bumi melalui fotosintesis dan mengubah iklim dan cuaca Bumi. 

Berikut ini adalah beberapa karakteristik Matahari :
1. Bentuknya nyaris bulat dan terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet dengan diameternya sekitar 1.392.684 km (109 kali diameter Bumi)
2. Masa Matahari 2×1030 kilogram (330.000 kali massa Bumi
3. Secara Kimiawi, sekira tiga perempat massa Matahari terdiri dari hidrogen sedangkan sisanya didominasi helium
4. Klasifikasi bintang Matahari, berdasarkan kelas spektrumnya, adalah sebagai bintang deret utama G (G2V) dan sering digolongkan sebagai katai kuning karena radiasi tampaknya lebih intens dalam porsi spektrum kuning-merah. Bintang deret utama tipe G yang kira-kira terdiri dari 99,85% massa total Tata Surya.
5. Warnanya putih, dari permukaan Bumi Matahari tampak kuning dikarenakan pembauran cahaya biru di atmosfer.
6. Menurut label kelas spektrum,G2 menandakan suhu permukaannya sekitar 5778 K (5505 °C)
7. Matahari  merupakan bintang deret utama, sehingga energinya diciptakan oleh fusi nuklir nukleus hidrogen ke dalam helium. Di intinya, Matahari memfusi 620 juta ton metrik hidrogen setiap detik. 
8. Matahari adalah benda tercerah di langit dan merupakan bintang yang paling dekat dengan Bumi.
9. Inti Matahari diperkirakan merentang dari pusatnya sampai 20–25% radius Matahari. Kepadatannya mencapai 150 g/cm3 (sekitar 150 kali lipat kepadatan air) dan suhu mendekati 15,7 juta kelvin (K).
10. Matahari memiliki medan magnet kuat dan yang berubah-ubah tiap tahun dan berbalik arah setiap sebelas tahun di sekitar maksimum Matahari.
11. Medan magnet Matahari mencadi penyebab sejumlah dampak yang secara kolektif disebut aktivitas Matahari, Dampak aktivitas Matahari terhadap Bumi meliputi aurora di lintang tengah sampai tinggi dan gangguan komunikasi radio dan tenaga listrik. Aktivitas Matahari diduga memainkan peran besar dalam pembentukan dan evolusi Tata Surya. Aktivitas Matahari mengubah struktur atmosfer terluar Bumi.

Pergerakan Matahari
1. Matahari berotasi pada sumbunya dengan selama sekitar 27 hari untuk satu kali putaran. Kutub utara Matahari akan lebih terlihat di bulan September sementara kutub selatan Matahari lebih terlihat di bulan Maret.
2. Matahari dan keseluruhan isi tata surya bergerak di orbitnya mengelilingi galaksi Bimasakti.  Matahari terletak sejauh 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi Bimasakti. Kecepatan rata-rata pergerakan ini adalah 828.000 km/jam, membutuhkan waktu 230 juta tahun untuk satu putaran sempurna mengelilingi galaksi. 

Prominensa 
adalah salah satu ciri khas Matahari, berupa bagian Matahari menyerupai lidah api yang sangat besar dan terang yang mencuat keluar dari bagian permukaan serta seringkali berbentuk loop (putaran).

Bintik Matahari 
Granula-granula cembung kecil yang ditemukan di bagian fotosfer disebut sebagai Bintik Matahari, Bintik matahari jumlahnya tak terhitung dan terlihat lebih gelap karena perbedaan suhunya jauh lebih rendah dari fotosfer.

Angin Matahari 
Angin Matahari terjadi karena adanya aliran konstan dari partikel-partikel yang dikeluarkan oleh bagian atas atomosfer Matahari yang bergerak ke seluruh tata surya. 
Kecepatan angin surya terbagi dua, yaitu angin matahari yang mencapai 400 km/s dan angin matahari yang kecepatannya lebih dari 500 km/s
Kecepatan angina matahari akan   secara eksponensial seiring jaraknya dari Matahari. (Angin Matahari yang umum terjadi memiliki kecepatan 750 km/s dan berasal dari lubang korona di atmosfer Matahari).
Angin Matahari yang dapat dirasakan atau dilihat dari Bumi adalah badai geomagnetik berenergi tinggi yang merusak satelit dan sistem listrik, aurora di Kutub Utara atau Kutub Selatan, dan partikel menyerupai ekor panjang pada komet yang selalu menjauhi Matahari akibat hembusan angin matahari. 
Angin Matahari dapat membahayakan kehidupan di Bumi bila tidak terdapat medan magnet Bumi yang melindungi dari radiasi. 
Ukuran dan bentuk medan magnet Bumi juga ditentukan oleh kekuatan dan kecepatan angin matahri yang melintas.

Badai Matahari 
Badai Matahari terjadi ketika ada pelepasan seketika energi magnetik yang terbentuk di atmosfer Matahari.
Plasma Matahari yang meningkat suhunya hingga jutaan Kelvin beserta partikel-partikel lainnya berakselerasi mendekati kecepatan cahaya.
Total energi yang dilepaskan setara dengan jutaan bom hidrogen berukuran 100 megaton. 
Badai Matahari memberikan risiko radiasi yang sangat besar terhadap satelit, pesawat ulang alik, astronot, dan terutama sistem telekomunikasi Bumi.

Thursday, May 18, 2017

Siapa astronom masa lalu yang mempelajari bintang ?


Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya,Semua benda masif (bermassa antara 0,08 hingga 200 massa matahari) yang sedang dan pernah melangsungkan pembangkitan energi melalui reaksi fusi nuklir.

Beberapa astronom-astronom yang pernah mempelajari bintang, diantaranya adalah :

Tycho Brahe berhasil mengenali ‘bintang-bintang baru’ di langit (kemudian dinamakan novae) menunjukkan bahwa langit tidaklah kekal.

Giordano Bruno mengusulkan bintang-bintang sebenarnya adalah Matahari-matahari lain, dan mungkin saja memiliki planet-planet seperti Bumi di dalam orbitnya, hal ini pernah diusulkan sebelumnya oleh filsuf-filsuf Yunani kuno yaitu Democritus dan Epicurus.

Isaac Newton mengusulkan bintang-bintang terdistribusi secara merata di seluruh langit, sebuah ide yang berasal dari teolog Richard Bentley.

Geminiano Montanari (Astronom Italia) merekam adanya perubahan luminositas pada bintang Algol pada 1667.
Luminositas bintang adalah jumlah cahaya dan bentuk energi radiasi lainnya yang dipancarkan oleh bintang per satuan waktu.

Edmond Halley menerbitkan pengukuran pertama gerak diri dari sepasang bintang “tetap” dekat, memperlihatkan bahwa mereka berubah posisi dari sejak pengukuran yang dilakukan Ptolemaeus dan Hipparchus. Pengukuran langsung jarak bintang 61 Cygni dilakukan pada 1838 oleh Friedrich Bessel menggunakan teknik paralaks.

Paralaks, atau paralaks gerak  adalah perubahan kedudukan sudut dari dua titik diam, relatif satu sama lain, sebagaimana yang diamati oleh seorang pengamat yang bergerak. Secara sederhana, paralaks merupakan pergeseran yang tampak dari suatu objek (titik 1) terhadap latar belakang (titik 2) yang disebabkan oleh perubahan posisi pengamat.

William Herschel adalah astronom pertama yang mencoba menentukan distribusi bintang di langit, menyimpulkan bahwa :
1. Jumlah bintang bertambah secara tetap ke suatu arah langit, yakni pusat galaksi Bima Sakti. Putranya John Herschel mengulangi pekerjaan yang sama di hemisfer langit sebelah selatan dan menemukan hasil yang sama.
2. Beberapa pasangan bintang bukanlah bintang-bintang yang secara kebetulan berada dalam satu arah garis pandang, melainkan mereka memang secara fisik berpasangan membentuk sistem bintang ganda.

Monday, May 15, 2017

Tata Surya

Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya.

Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya, terdiri dari bintang semu dan bintang nyata.

Bintang semu adalah bintang yang tidak menghasilkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yang diterima dari bintang lain, sedangkan Bintang nyata adalah bintang yang menghasilkan cahaya sendiri. Secara umum bintang adalah objek luar angkasa yang menghasilkan cahaya sendiri.

Menurut ilmu astronomi, definisi bintang adalah : “Semua benda masif (bermassa antara 0,08 hingga 200 massa matahari) yang sedang dan pernah melangsungkan pembangkitan energi melalui reaksi fusi nuklir.”
Oleh sebab itu bintang katai putih dan bintang neutron yang sudah tidak memancarkan cahaya atau energi tetap disebut sebagai bintang.

Bintang terdekat dengan Bumi adalah Matahari pada jarak sekitar 149,680,000 kilometer, diikuti oleh Proxima Centauri dalam rasi bintang Centaurus berjarak sekitar empat tahun cahaya.

Matahari atau Surya adalah bintang di pusat Tata Surya. Bentuknya nyaris bulat dan terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet.  Diameternya sekitar 1.392.684 km, kira-kira 109 kali diameter Bumi, dan massanya (sekitar 2×1030 kilogram, 330.000 kali massa Bumi) mewakili kurang lebih 99,86 % massa total Tata Surya.

Secara kimiawi, tiga perempat massa Matahari terdiri dari hidrogen, sedangkan sisanya didominasi helium (Sisa massa tersebut (1,69%, setara dengan 5.629 kali massa Bumi) terdiri dari elemen-elemen berat seperti oksigen, karbon, neon, besi, dan lain-lain)

Planet adalah benda astronomi yang mengorbit sebuah bintang atau sisa bintang yang cukup besar untuk memiliki gravitasi sendiri, tidak terlalu besar untuk menciptakan fusi termonuklir, dan telah "membersihkan" daerah sekitar orbitnya yang dipenuhi planetesimal.

Kata planet sudah lama ada dan memiliki hubungan sejarah, sains, mitologi, dan agama. Oleh peradaban kuno, planet dipandang sebagai sesuatu yang abadi atau perwakilan dewa.

Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.

Berdasarkan jaraknya dari Matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah 
;
1.       Merkurius (57,9 juta km),
2.       Venus (108 juta km),
3.       Bumi (150 juta km),
4.       Mars (228 juta km),
5.       Yupiter (779 juta km),
6.       Saturnus (1.430 juta km),
7.       Uranus (2.880 juta km), dan
8.       Neptunus (4.500 juta km).

Sejak pertengahan 2008, ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil adalah :
1.       Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima),
2.       Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan),
3.       Haumea (6.450 juta km),
4.       Makemake (6.850 juta km), dan
5.       Eris (10.100 juta km).

Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami. Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel lain.

Satelit alami adalah benda-benda luar angkasa bukan buatan manusia yang mengorbit sebuah planet atau benda lain yang lebih besar daripada dirinya, seperti misalnya Bulan adalah satelit alami Bumi. Sebenarnya terminologi ini berlaku juga bagi planet yang mengelilingi sebuah bintang, atau bahkan sebuah bintang yang mengelilingi pusat galaksi, tetapi jarang digunakan. Bumi sendiri sebenarnya merupakan satelit alami Matahari.

5 Satelit alami terbesar yang pernah ditemukan manusia adalah:
1.       Ganymede (Jupiter),
2.       Titan (Saturnus),
3.       Callisto (Jupiter),
4.       Io (Jupiter),
5.       Bulan (Bumi).

Satelit buatan adalah benda buatan manusia yang beredar mengelilingi benda lain misalnya satelit Palapa yang mengelilingi Bumi.

Sunday, May 14, 2017

Alhamdulillah https://ayolahbaca.blogspot.com sudah berhasil dibuat


Alhamdulillah, blog dengan alamat https://ayolahbaca.blogspot.com sudah berhasil dibuat.

Tujuan membuat blog ini adalah sebagai catatan ringkasan dari materi bacaan yang sudah Saya baca.

Saya berharap ringkasan bacaan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Terima kasih dan Salam

Sejarah Penelitian dan Hipotesis / Teori Terbentuknya Bulan

Bulan sudah tidak asing lagi bagi Kita, banyak keindahan dan manfaat yang dapat Kita nikmati  darinya.  Bulan banyak memengaruhi budaya ma...